Monday, March 24, 2014

TURNAMEN FOTO PERJALANAN RONDE 39

TFP 39 ini sudah ditutup. Untuk tahu pemenang sekaligus host TFP 40 silahkan klik di sini.
Punya foto Hujan yang mau kamu share? Boleh banget, silahkan posting link fotonya melalui comment, dan foto hujan-mu pun bisa ikut tampil di sini :)
---------------------------------------------------------------------------------------

Selamat datang. Perkenalkan nama saya Diah, tuan rumah Turnamen Foto Perjalanan (TFP) yang kini sudah memasuki ronde 39.

Terlebih dahulu saya ingin mengucapkan terimakasih kepada Mas Syaiful Azhari, yang sudah memilih foto saya, Di Ujung Peron sebagai pemenang dalam TFP Ronde 38. Senang sekaligus kaget waktu diumumkan bahwa saya menang dan mendapat giliran menjadi tuan rumah pada ronde kali ini. Soalnya beberapa kali berpartisipasi dalam TFP, saya selalu yakin ngga bakal menang (hahahah.. yakin kok kalah.). Yaah, karena menurut saya foto-foto dari peserta lainnya selalu banyak yang lebih bagus ^^

Merupakan suatu hal yang menyenangkan ketika kita bisa saling bertukar rekam pandang mengenai segala sesuatu yang kita temui dalam sebuah perjalanan. Kalau waktu saya SD, ini serupa dengan bertukar foto dengan sahabat pena, kemudian satu sama lain bercerita tentang pengalamannya masing-masing saat mengambil foto tersebut. NAH! Turnamen Foto Perjalanan adalah versi all-new-nya dari versi bertukar foto jaman SD saya tadi. Seru, kan? Makanya, kalian wajib ikutan Turnamen Foto Perjalanan kali ini! :D

Apa sih Turnamen Foto Perjalanan itu?
Jawabannya monggo klik di sini.

Kalau pada ronde-ronde sebelumnya kita sudah diajak berwisata virtual dalam beragam tema yang sarat keceriaan, maka pada ronde ini saya akan mengajak Mas, Mbak, Kakak dan Adik sekalian untuk merekam suatu hal yang justru sering tidak diharapkan saat kita akan memotret outdoor. 

Ada yang sudah bisa menebak tema kita kali ini?

Yap, tema TFP Ronde 39 ini adalah: HUJAN. 

Saturday, November 23, 2013

Bapak dan Ibu Riyadin


Susah tidur malam hari ini resmi disponsori oleh kangen yang teramat sangat pada sepasang suami-istri yang telah berjasa selama tahun-tahun saya di Labuan, Banten. Mereka adalah Bapak dan Ibu Riyadin. Ini tulisan spesial tentang mereka.

1 Januari 2009 saya bertemu Pak Riyadin di kantor penempatan pertama saya. Beliau adalah anggota Koramil Labuan yang tengah bertugas jaga di hari  pertama saya menginjakkan kaki di sana. Saat itu saya datang sendiri tanpa diantar keluarga. Tanpa rencana dan minim informasi mengenai daerah di ujung barat pulau Jawa tersebut. Pak Riyadin lah yang berbaik hati menawarkan rumahnya untuk saya tinggali sementara selama saya mencari rumah kost.

Sang istri, yang tak lama kemudian saya jumpai adalah seorang wanita yang ramah. Logat bicaranya serupa dengan sang suami, dan terdengar familier di telinga saya. Setelah saya tanyakan, benar saja, keduanya berasal dari Gombong dan Kebumen. Dua daerah itu memang tak jauh dari tempat kuliah saya dulu di Purwokerto. Mungkin karena itulah saat bertemu  mereka, saya tak merasa canggung sama sekali :)

Sebenarnya Bapak dan Ibu Riyadin telah lebih dari 20 tahun berdomisili di daerah tersebut. Karena itulah mereka juga telah fasih berbahasa daerah setempat. Maka jangan heran jika ada sedikit kesan lucu bila mendengar keduanya berbicara, gaya bicara yang tidak ditemui pada warga perantau lainnya :D

Pak Riyadin sangat senang bercocok tanam, Ia rajin menggarap lahan yang terbengkalai. Padi yang ditanamnya menghasilkan panen yang hampir selalu baik, kecuali saat musim hujan berkepanjangan. Palawija yang ditanamnya juga tumbuh subur, dan aneka lalapan selalu dipetik segar. Di belakang rumah dinasnya, Pak Riyadin juga memelihara beberapa ekor basur, mentok serta ayam yang rajin bertelur. Ahh sungguh indah dunia jika banyak orang seperti Beliau.

Selanjutnya Ibu Riyadin, Ia adalah seorang Ibu rumah tangga biasa dengan tiga orang putra dan putri. Yang luar biasa dari beliau adalah keahlian memasaknya. Bahkan sambal 'dadak' buatannya sampai sekarang belum ada yang menandingi. Di hari Minggu saya sering datang mengunjungi mereka demi makan siang sayur asam, ikan teri, lalap dan sambal buatan Bu Riyadin (nulis sambil ngeces) :9

Keduanya telah banyak membantu saya, tentu tanpa bermaksud mengabaikan peran dari setiap individu lainnya yang saya kenal di Labuan. Semua berjasa dengan caranya masing-masing.

Saya ingat Bapak dan Ibu Riyadin rela berjalan mengantarkan saya dari kampung ke kampung demi menemukan rumah kost yang cocok untuk saya tempati. Mereka juga senang membawa saya berjalan-jalan ke pantai, seolah mereka tahu bahwa saya mungkin saja merasa bosan. Tak jarang mereka bertanya tentang kegiatan saya saat liburan, mungkin khawatir saya mengalami semacam mati gaya :p

Saat saya dimutasi ke Jakarta, tak lama Pak Riyadin pensiun dari kesatuannya. Beliau sekeluarga pindah, kembali ke Gombong dan menetap di sana. Ingiiiinn sekali rasa nya mengunjungi mereka jika ada kesempatan cuti yang cukup panjang. Beneran, saya kangen Bapak dan Ibu Riyadin. :(

Tuesday, July 23, 2013

Resep: Cah Tahu Udang

Ceritanya saat kerajinan kemarin, saya memutuskan untuk masak menu sehat buat sahur. Cah Tahu Udang. Favorit banget nih, dan juga gampang bikinnya.



Bahan-bahannya:
5 ekor udang ukuran sedang, potong-potong menjadi 3 bagian.
Tahu sutra rasa udang. (biar mantep rasa udangnya..)
6 kuntum pakcoy mini.
1 buah wortel.
jamur tiram.
1/2 buah bawang bombay, potong-potong.
3 siung bawang putih, iris tipis.
1 cm jahe, iris tipis.
1/2 sdt merica bubuk.
2 sdm kecap asin.
1/2 sdt garam.
1 sdt gula pasir.
1 sdm margarin.
2 sdt tepung maizena. Larutkan dengan sedikit air.
1 gelas air matang.

Cara Membuat:
Cuci dan potong-potong sesuai selera, pakcoy mini, wortel dan jamur tiram, sisihkan. Potong-potong tahu sutra, goreng sebentar agar tidak mudah hancur saat dimasak.
Panaskan margarin, tumis bawang bombay, bawang putih dan jahe sampai harum. Masukkan udang yang sudah dipotong-potong, tunggu sebentar baru masukkan wortel, tumis sampai udang dan wortel berubah warna. Masukkan air matang, tunggu sampai mulai mendidih. Masukkan merica bubuk, garam, gula dan kecap asin. Didihkan. Masukkan pakcoy mini, aduk-aduk, diamkan sampai agak layu.
Masukkan jamur tiram dan tahu sutra, aduk sampai tercampur rata. Masukkan larutan tepung maizena. Tutup pinggan + 2 menit agar matang merata. Sajikan.